Frasa Bahasa Lio dan Prokem - Eufemisme-nya
Dear Netizen....
Banyak sekali yang akan anda temukan ketika sedang berusa untuk belajar dan mendalami kembali bahasa daerah di Flores Tengah yang satu ini. strukstur bahasanya tidak rapi dan tidak mempunyai perubahan konjugatio dan declinatio yang mantap dan tetap seperti bahasa Sikka dan juga bahasa Lamaholot. Entah apa yang membuatnya jadi begini tapi yang pasti bahwa seccara antrhopologis dan terutama secara pendekatan ilmu paleontologi, bahwa ketidakteraturan menunjuk pada usia dan mazhab. Semakin tidak teratur suatu kebudayaan atau pun suatu bahasa, maka semakin tua umurnya dibanding dengan bahasa dan budaya yang lebih teratur. Apakah dengan ini kita dapat dengan mudah untuk menyimpulkan bahwa bahasa dan budaya Lio lebih tua usianya, lebih dahulu eksis, lebih asli dan lebih dahulu hadir dari pada budaya yang lainnya seperti Sikka dan Lamaholot ??
Dalam konteks bahasa Lio, kita kenal dengan banyak sekali frase, baik yang DM dan MD. Dan ini sesungguhnya hanya untuk menjelaskan dengan keterangan dan sifat kebendaan dari pada seusatu yang dijelaskannya. Contohnya :
ria dengga,
loo dhiku,
mbonde kendu,
gaga rata,
bewa lenda,
boko dhiku,
noe nojo,
bara beu,
mbonde mbewa,
sombo ndonde,
maku lau,
kuba nabe,
mbonde mbofo,
ribhi ringa,
bara ngura,
kea kapa,
mite kie,
wora wota,
beka bere,
Kesemuanya tinggal disambungkan dengan obyek tertentu. Dan ternyata dalam pemahamannya akan ada nilai superlatif dari pada sifat-sifat yang dijelaskan pada obyek itu.
Sementara Prokem Eufemisme dari bahasa Lio sering dugunakan dalam kehiduan sehari-hari, dan sering dikenal dengan sebutan S E N A. Sena memang sudah jarang ditemukan lagi, tetapi dalam ritus -ritus kebudayaan Lio, sering sekali dan masih kita jumpai dalamnya. Mungkin secara asal muasalnya sengaja dtujukan untuk menyebut secara halus sesuatu yang bersifat Supranatural dan suprahuman. Bahasa Lio dengan demikian sangat erat kaitannya secara religius, dalam kebudayaan lokal.
(Bersambung)
***#bylustybudiman#
#A dreaming road to my beloved village ; Wolomuku #
#WOLOMUKU I LOVE U FULL #

Tidak ada komentar:
Posting Komentar