Selamat Datang dii Blog orang Wolomuku....... (LB) !

Sao Ria Wolomuku

Sao Ria Wolomuku

Senin, 20 Juni 2016

Adakah Lagu dan Inspirasi untuk Mencipta datang dari Wolomuku ?????

Ketika Tangan dan Kaki Berkata (Memoar Chrisye)

Artikel Taufik Ismail tentang Krismansyah Rahadi (chrisye) Penyair Taufiq Ismail menulis sebuah artikel tentang Krismansyah Rahadi (1949-2007) di majalah sastra HORISON.
Krismansyah Rahadi (1949-2007): KETIKA MULUT, TAK LAGI BERKATA
Di tahun 1997 saya bertemu Chrisye sehabis sebuah acara, Dan dia berkata, "Bang, saya punya sebuah lagu. Saya sudah coba menuliskan kata-katanya, tapi saya tidak puas. Bisakah Abang tolong tuliskan liriknya?" Karena saya suka lagu-lagu Chrisye, saya katakan bisa. Saya tanyakan kapan mesti selesai. Dia bilang sebulan.
Menilik kegiatan saya yang lain, deadline sebulan itu bolehlah. Kaset lagu itu dikirimkannya, berikut keterangan berapa baris lirik diperlukan, Dan untuk setiap larik berapa jumlah ketukannya, yang akan diisi dengan suku kata. Chrisye menginginkan puisi relijius.
Kemudian saya dengarkan lagu itu. Indah sekali. Saya suka betul. Sesudah seminggu, tidak Ada ide. Dua minggu begitu juga. Minggu ketiga inspirasi masih tertutup. Saya mulai gelisah. Di ujung minggu keempat tetap buntu. Saya heran. Padahal lagu itu cantik jelita. Tapi kalau ide memang macet, apa mau dikatakan.
Tampaknya saya akan telepon Chrisye keesokan harinya Dan saya mau bilang, " Chris, maaf ya, macet. Sori." Saya akan kembalikan pita rekaman itu. Saya punya kebiasaan rutin baca Surah Yasin. Malam itu, ketika sampai ayat 65 yang berbunyi, A'udzubillahi minasy syaithonirrojim. "Alyauma nakhtimu 'alaa afwahihim, WA tukallimuna aidhihim, WA tasyhadu arjuluhum bimaa kaanu yaksibuun" saya berhenti.
Maknanya, "Pada Hari ini Kami akan tutup mulut mereka, Dan tangan mereka akan berkata kepada Kami, Dan kaki mereka akan bersaksi tentang apa yang telah mereka lakukan." Saya tergugah. Makna ayat tentang Hari Pengadilan Akhir ini luar biasa!
Saya hidupkan lagi pita rekaman Dan saya bergegas memindahkan makna itu ke larik-larik lagi tersebut. Pada mulanya saya ragu apakah makna yang sangat berbobot itu akan bisa masuk pas ke dalamnya. Bismillah. Keragu-raguan teratasi Dan alhamdulillah penulisan lirik itu selesai. Lagu itu saya beri judul Ketika Tangan Dan Kaki Berkata.
Keesokannya dengan lega saya berkata di telepon," Chris, alhamdulillah selesai". Chrisye sangat gembira. Saya belum beritahu padanya asal-usul inspirasi lirik tersebut. Berikutnya hal tidak biasa terjadilah. Ketika berlatih di kamar menyanyikannya baru dua baris Chrisye menangis, menyanyi lagi, menangis lagi, berkali-kali. Di dalam memoarnya yang dituliskan Alberthiene Endah, Chrisye ? Sebuah Memoar Musikal, 2007 (halaman 308-309), bertutur Chrisye: Lirik yang dibuat Taufiq Ismail adalah satu-satunya lirik dahsyat sepanjang karier, yang menggetarkan sekujur tubuh saya.
Ada kekuatan misterius yang tersimpan dalam lirik itu. Liriknya benar-benar mencekam Dan menggetarkan. Dibungkus melodi yang begitu menyayat, lagu itu bertambah susah saya nyanyikan! Di kamar, saya berkali-kali menyanyikan lagu itu. Baru dua baris, air Mata saya
Membanjir. Saya coba lagi. Menangis lagi.Yanti sampai syok! Dia kaget melihat respons saya yang tidak biasa terhadap sebuah lagu. Taufiq memberi judul pada lagu itu sederhana sekali, Ketika Tangan Dan Kaki Berkata.
Lirik itu begitu merasuk Dan membuat saya dihadapkan pada kenyataan, betapa tak berdayanya manusia ketika Hari akhir tiba. Sepanjang malam saya gelisah. Saya akhirnya menelepon Taufiq Dan menceritakan kesulitan saya. "Saya mendapatkan ilham lirik itu dari
Surat Yasin ayat 65..." kata Taufiq. Ia menyarankan saya untuk tenang saat menyanyikannya. Karena sebagaimana bunyi ayatnya, orang memang sering kali tergetar membaca isinya. Walau sudah ditenangkan Yanti Dan Taufiq, tetap saja saya menemukan kesulitan saat mencoba merekam di studio. Gagal, Dan gagal lagi. Berkali-kali saya menangis Dan duduk dengan lemas. Gila!
Seumur-umur, sepanjang sejarah karir saya, belum pernah saya merasakan hal seperti ini. Dilumpuhkan oleh lagu sendiri! Butuh kekuatan untuk bisa menyanyikan lagu itu. Erwin Gutawa yang sudah senewen menunggu lagu terakhir yang belum direkam itu, langsung mengingatkan saya, bahwa keberangkatan ke Australia sudah tak bisa ditunda lagi. Hari terakhir menjelang ke Australia, saya lalu mengajak Yanti ke studio, menemani saya rekaman. Yanti sholat khusus untuk mendoakan saya. Dengan susah payah, akhirnya saya bisa menyanyikan lagu itu hingga selesai. Dan tidak Ada take ulang!
Tidak mungkin. Karena saya sudah menangis Dan tak sanggup menyanyikannya lagi. Jadi jika sekarang Anda mendengarkan lagu itu, itulah suara saya dengan getaran yang paling autentik, Dan tak terulang! Jangankan menyanyikannya lagi, bila saya mendengarkan lagu itu saja, rasanya ingin berlari!
Lagu itu menjadi salah satu lagu paling penting dalam deretan lagu yang pernah saya nyanyikan. Kekuatan spiritual di dalamnya benar-benarbenar meluluhkan perasaan. Itulah
Pengalaman batin saya yang paling dalam selama menyanyi.
Penuturan Chrisye dalam memoarnya itu mengejutkan saya. Penghayatannya terhadap Pengadilan Hari Akhir sedemikian sensitif Dan luarbiasanya, dengan saksi tetesan air matanya. Bukan main. Saya tidak menyangka sedemikian mendalam penghayatannya terhadap makna
Pengadilan Hari Akhir di Hari kiamat kelak.
Mengenai menangis menangis ketika menyanyi, hal yang serupa terjadi dengan Iin Parlina dengan lagu Rindu Rasul. Di dalam konser atau pertunjukan, Iin biasanya cuma kuat menyanyikannya dua baris, Dan pada baris ketiga Iin akan menunduk Dan membelakangi
Penonton menahan sedu sedannya. Demikian sensitif dia pada shalawat Rasul dalam lagu tersebut.
* * *
Setelah rekaman Ketika Tangan dan Kaki Berkata selesai, dalam peluncuran album yang saya hadiri, Chrisye meneruskan titipan honorarium dari produser untuk lagu tersebut. Saya enggan menerimanya.
Chrisye terkejut. "Kenapa Bang, kurang?" Saya jelaskan bahwa saya tidak orisinil menuliskan lirik lagu Ketika Tangan dan Kaki Berkata itu. Saya cuma jadi tempat lewat, jadi saluran saja.
Jadi saya tak berhak menerimanya. Bukankah itu dari Surah Yasin ayat 65, firman Tuhan? Saya akan bersalah menerima sesuatu yang bukan hak saya.
Kami jadi berdebat. Chrisye mengatakan bahwa dia menghargai pendirian saya, tetapi itu merepotkan administrasi. Akhirnya Chrisye menemukan jalan keluar. "Begini saja Bang, Abang tetap terima fee ini, agar administrasi rapi. Kalau Abang merasa bersalah, atau berdosa, nah, mohonlah ampun kepada Allah. Tuhan Maha Pengampun'kan ?"
Saya pikir jalan yang ditawarkan Chrisye betul juga. Kalau saya berkeras menolak, akan kelihatan kaku, dan bisa ditafsirkan berlebihan. Akhirnya solusi Chrisye saya terima. Chrisye senang, saya pun senang.* * *
Pada subuh hari Jum'at, 30 Maret 2007, pukul 04.08, penyanyi legendaris Chrisye wafat dalam usia 58 tahun, setelah tiga tahun lebih keluar masuk rumah sakit, termasuk berobat
di Singapura. Diagnosis yang mengejutkan adalah kanker paru-paru stadium empat. Dia meninggalkan isteri, Yanti, dan empat anak, Risty, Nissa, Pasha dan Masha, 9 album proyek, 4 album sountrack, 20 album solo dan 2 filem. Semoga penyanyi yang lembut hati dan pengunjung masjid setia ini, tangan dan kakinya kelak akan bersaksi tentang amal salehnya serta menuntunnya memasuki Gerbang Hari Akhir yang semoga terbuka lebar baginya. Amin. #
Ketika Tangan dan Kaki Berkata

Lirik : Taufiq Ismail
Lagu : Chrisye


Akan datang hari mulut dikunci
kata tak ada lagi
akan tiba masa tak ada suara
dari mulut kita

Berkata tangan kita
tentang apa yang dilakukannya
berkata kaki kita
ke mana saja dia melangkahnya
tidak tahu kita bila harinya
tanggung jawab tiba

Rabbana
tangan kami
kaki kami
mulut kami
mata hati kami
luruskanlah
kukuhkanlah
di jalan cahaya.... sempurna

Mohon karunia
kepada kami
hambaMu yang hina

1997

Minggu, 19 Juni 2016

Mengenang Anjuran Membawa Telur Ayam Ke Sekolah

Tips Membudidayakan Entok atau itik manila

Mengenang masa SD disaat kita semua diminta untuk membawa Telur ayam kampung dan pada saat jam 09.00 pagi semua secara serentak minum di dalam kelas. Kisah ini sebenarnya memberi inspirasi bagi para guru SD Wolomuku waktu itu untuk menanamkan nilai dan pengaruh untuk concern dengan pertumbuhan dan perkembangan anak (care and development). Satu pendekatan yang kelihatan sederhana tetapi membawa pengaruh besar untuk kita semua yang bisa menjadi 'manusia' saat ini. Saya menitipkan artikel kecil dan tips ini sebagai dedikasi untuk mereka yang telah berjuang sepenuh hati bagi pertumbuhan dan perkembangan anak Wolomuku. (Special thanks to : Alm. Nicolaus Baba, Alm Petrus Do'o, Bpk Yoseph Sukarela, Ibu Bergita Pia, Ibu Magdalena Lero, Bpk Stefanus Tangga, Alm. Frans Lengo Edo, Alm. Donatus Doa, Bapak Robertus Bhenge, Bpk. Robertus Eyden, Bpk Frans Renggo, Bpk. Romanus Wake, dan semua yang tidak bisa disebutkan satu persatu.)

Ternak itik memiliki peran besar dalam pemenuhan protein hewani. Selain sebagai penghasil telur, itik juga dikenal sebagai penghasil daging. Salah satu itik pedaging yang mulai berkembang dan banyak diminati saat ini adalah jenis itik-entok yang merupakan hasil perkawinan silang itik betina petelur dan entok jantan melalui inseminasi buatan. Budidaya entok untuk penghasil daging mempunyai beberapa keunggulan, yakni pertumbuhannya cepat, mempunyai bobot potong yang lebih besar, rasanya dagingnya tidak amis dan gurih (sebelum atau sesudah dimasak), tekstur daging yang lebih empuk, biaya produksi yang rendah karena entok pemakan segala, serta kadar lemak yang dimiliki rendah yakni hanya 1% pada area dada dan 1,5 % pada area paha. Bandingkan dengan ayam broiler yang mana lemaknya terdiri atas 6,8% pada bagian paha dan 1,3% pada bagian dada. Selain itu, entok memiliki masa pemeliharaan yang relatif pendek yakni sekitar 8 – 10 minggu saja, dimana dalam jangka waktu tersebut entok sudah mencapai bobot sekitar 2,5 kg/ekor.

Perencanaan budidaya entok
Untuk memulai usaha tertentu, diperlukan perencanaan matang agar usaha tersebut bisa berjalan lancar. Demikian juga dengan usaha budidaya entok, yang mana diperlukan berbagai persiapan sebelum mulai terjun di dalamnya. Beberapa hal yang perlu ditentukan sebelum anda memulai usaha budidaya entokdiantaranya sebagai berikut:

1) Menentukan tujuan budidaya

Jika entok dibudidayakan secara intensif atau dijadikan sumber penghasilan yang utama, maka bila memungkinkan kembangkan usaha budidaya entok ini untuk memenuhi permintaan dari luar daerah. Tetapi bila  usaha budidaya entok hanya dijadikan usaha sampingan saja, maka cukup fokuskan untuk memenuhi kebutuhan pasar lokal dan usahakan tidak mengeluarkan banyak modal serta batasi tenaga kerja.

2) Menentukan lokasi

Beternak entok bisa diterapkan hampir di seluruh daerah, bisa di area pantai, daerah berbatu maupun berumput, atau di pegunungan. Namun, agar memperoleh hasil yang cukup optimal, peternak perlu mempertimbangkan hal-hal berikut: 

Usahakan memilih lokasi yang jauh dari kebisingan karena entok tidak menyukai keramaian. Lokasi pemeliharaan seperti ini bisa membuat induk entok enggan untuk bertelur. 

Lokasi beternak harus terpisah dari area pemukiman penduduk, sebab entok menghasilkan bau yang kurang sedap. 

Usahakan lokasi pemeliharaan entok dekat pada sumber air. Komposisi tubuh entok hampir 75% terdiri atas air. Bobot entok menunjukkan jumlah konsumsi air entok tersebut.

Apabila anda menerapkan sistem intensif dalam budidaya entok, pembuatan kandang harus mempertimbangkan ventilasi yang cukup. 

3) Akses listrik, jalan, dan telepon

Listrik sangat menunjang kelancaran budidaya entok. Listrik bisa dimanfaatkan sebagai penghangat bagi anak tiktok, penggerak pompa air, maupun untuk sumber penerangan. Akses jalan juga sangat penting bagi kelangsungan usaha budidaya tiktok, karena bermacam aktivitas dilakukan melewati akses jalan tersebut. Sebagai contoh, pengiriman daging dan bahan baku pasti memanfaatkan fasilitas jalan. Sedangkan telepon dapat digunakan untuk sarana komunikasi dengan konsumen maupun penyedia bahan pakan.

4) Kondisi lingkungan masyarakat

Kondisi lingkungan masyarakat sekitar sangat mempengaruhi usaha budidaya entok. Interaksi dan komunikasi dengan masyarakat sekitar harus terjaga dengan baik untuk menghindari kemungkinan munculnya hambatan dari masyarakat. Misalnya, masyarakat setempat bisa jadi tidak memberikan izin penggunakan lokasi untuk usaha budidaya entok terkait bau yang dihasilkan entok. Oleh sebab itu, peternak perlu memperhatikan kondisi masyarakat sekitar. Bila peternak membutuhkan tenaga tambahan, alangkah baiknya mengambil pekerja tambahan dari lingkungan tersebut. Selain ikut memberdayakan masyarakat sekitar lokasi, tenaga kerja setempat juga dapat membantu menjaga keamanan lokasi budidaya.

5) Menetapkan sistem pemeliharaan

a. Pemeliharaan tradisional

Pemeliharaan tradisional ditempuh dengan sistem integrasi atau menggembalakan entok pada hamparan sawah. Pemeliharaan tradisional melalui sistem integrasi entok dan padi sawah akan semaki efektif jika padi ditanam menggunakan mekanisme jajar legowo. Mekanisme jajar legowo ini dapat memberikan cukup ruang bagi entok untuk beraktivitas khususnya dalam mencari makan pada lahan persawahan itu.
Keuntungan lain yang diperoleh dari keberadaan entok di sawah yakni membantu pemupukan terkait kotoran yang dikeluarkan entok, meningkatkan kandungan oksigen tanah dan meminimalkan keberadaan gulma, rumput, atau hama seperti siput, keong mas, dan serangga karena entok akan memakannya. Selain itu, pakan entok dapat dikurangi sebab entok sudah mendapat tambahan makanan dari gulma, rumput, siput, keong mas, dan serangga dari sawah.
b. Pemeliharaan secara semi intensif
Pemeliharaan semi intensif dilakukan dengan mengagon / menggembalakan dan mengandangkan entok. Entok muda dipelihara melalui metode penggembalaan, selanjutnya ketika sudah siap panen, barulah entok dikandangkan dan diberikan pakan ramuan sendiri. Pengandangan entok dimaksudkan agar entok tidak banyak beraktivitas sehingga penggemukan bisa dihasilkan. 
c. Pemeliharaan secara intensif
Pemeliharaan entok secara intensif ditempuh melalui pengandangan dan tidak disertai penggembalaan selama pemeliharaannya. Sistem pemeliharaan intensif merupakan gabungan dari pemanfaatan manajemen usaha, teknologi, serta efisiensi. Teknologi disini maksudnya adalah mengandangkan entok sehingga pengontrolan kondisi kesehatan entok bisa lebih ditingkatkan. Sedangkan manajemen usaha terkait dengan pengandangan entok dan pemberian pakan yang lebih terkontrol, sehingga dapat dilakukan penghematan biaya produksi. Efisiensi maksudnya adalah penghematan lahan karena pembuatan kandang bisa dibentuk secara bertingkat.
Pemeliharaan entok secara intensif dikelompokkan menjadi dua tahap, yakni starter dan grower-finisher. Entok dalam tahap starter (usia 0-3 minggu), perlu diberikan asupan pakan yang memiliki kandungan nutrisi sesuai kebutuhan ternak. Selain itu, diperlukan juga penerangan di malam hari dan pembuatan kandang berbentuk panggung agar entok tidak kedinginan. Untuk kepadatan entok tiap meter persegi kandang adalah 14-20 ekor.

Teknis budidaya entok

1) Pengadaan bibit
Pengadaan bibit entok dilakukan melalui penyilangan entok jantan dan itik betina. Pengawinan entok jantan (dengan bobot sekitar 5 kg) dan itik betina (bobot sekitar 1,5 kg) selanjutnya menghasilkan entok dengan bobot minimal seberat 3 kg. Sementara pengawinan itik jantan (bobot rata-rata 1 kg) dengan entok betina (bobot rata-rata 1.5 kg) hanya menghasilkan itik berbobot 1 kg saja. Kawin silang ini pada praktek sebenarnya susah dilakukan, mengingat bobot dan ukuran entok jantan jauh lebih berat dan besar dibandingkan itik betina. Sehingga, pengawinan silang itik dan entok tersebut biasanya dilakukan melalui kawin suntik / inseminasi buatan.
2) Penyediaan pakan

Untuk budidaya entok secara intensif, ketersediaan pakan seringkali menimbulkan masalah karena hampir semua peternak masih bergantung pada pakan pabrik, dimana persentase penyediaan pakan ini mengambil porsi sekitar 60-70 % dari total biaya produksi. Pemberian pakan pada sistem intensif terbagi menjadi dua kelompok yakni pakan untuk starter serta finisher / grower. 
Ransum untuk entok dapat diramu melalui pencampuran bahan limbah perikanan, pertanian, dan pakan pabrikan (jenis pur dan konsentrat). Untuk jenis limbah perikanan atau pertanian contohnya adalah menir, dedak padi, bungkil kelapa, jagung giling, kepala udang, keong mas, dan ikan rucah segar. Komposisi ransum untuk kelompok starter yakni menir dan pur komersial dicampur dengan perbandingan 1:2, sementara untuk kelompok grower bisa menggunakan formula berikut; pakan kelompok starter kurang lebih 20-40 gram/ekor/hari sebanyak 3-4 kali, atau 40-60 gram/ekor/hari sebanyak 2-3 kali.

3) Bobot tubuh entok

Peningkatan bobot entok terjadi sangat cepat. Dengan asupan pakan yang memadai dan berkualitas, bobot entok berusia 10 minggu bisa mencapai sekitar 2,5 kg. Bobot rata-rata entok yang berumur 5 minggu sekitar 1.229,49 gram/ekor (dengan bobot awal sekitar 40,03 gram), sedangkan entok berusia 10 minggu bobotnya sekitar 1.154-2.076 gram/ekor (dengan bobot awal sekitar 502,4-734,3 gram).

4) Penyakit entok dan pencegahannya

Entok sebenarnya cukup tahan terhadap serangan penyakit, mengingat daya adaptasinya yang sangat baik terhadap kondisi perubahan lingkungan. Namun, ada beberapa penyakit yang ditemukan pada entok akibat tidak berfungsinya faktor-faktor utama penunjang budidaya entok, seperti masalah sanitasi, manajemen, biosecurity, maupun perubahan lingkungan yang diakibatkan oleh suhu dan cuaca.

Jenis-jenis penyakit tersebut diantaranya sallmonellosis (disebabkan oleh bakteri S. entritidis dan Salmonella typhimurium); botulismus (disebabkan bakteri Clostridium botulinum); fowl pox, fowl cholera, avian chlamydiasis, coccidiosis, avian influenza, dan sebagainya. Untuk pencegahan penyakit-penyakit ini biasanya ditempuh dengan cara memperbaiki sanitasi kandang, peningkatan kualitas pakan, dan pemberian vaksinasi. Sedangkan ternak yang telah terserang bisa diberikan antibiotik semisal Furasolidine, Sulfadimidin, Spreptomycin, Tetramysin, dan Oxytetra. (Edited and posted by Lusty Budiman)

Jumat, 17 Juni 2016

Beberapa Musisi Dari Wolomuku

Louis Van Saxo Nerro
 Mendampingi nama Lain seperti :

Petrus Se'a
Woda
Agus Woge Gaga
Markus Koda, dan kawan-kawan




Apa masih ada penerusnya ?????

Frasa Bahasa Lio dan Prokem - Eufemisme-nya (Edisi I)

Frasa Bahasa Lio dan Prokem - Eufemisme-nya


Dear Netizen....
Banyak sekali yang akan anda temukan ketika sedang berusa untuk belajar dan mendalami kembali bahasa daerah di Flores Tengah yang satu ini. strukstur bahasanya tidak rapi dan tidak mempunyai perubahan konjugatio dan declinatio yang mantap dan tetap seperti bahasa Sikka dan juga bahasa Lamaholot. Entah apa yang membuatnya jadi begini tapi yang pasti bahwa seccara antrhopologis dan terutama secara pendekatan ilmu paleontologi, bahwa ketidakteraturan menunjuk pada usia dan mazhab. Semakin tidak teratur suatu kebudayaan atau pun suatu bahasa, maka semakin tua umurnya dibanding dengan bahasa dan budaya yang lebih teratur. Apakah dengan ini kita dapat dengan mudah untuk menyimpulkan bahwa bahasa dan budaya Lio lebih tua usianya, lebih dahulu eksis, lebih asli dan lebih dahulu hadir dari pada budaya yang lainnya seperti Sikka dan Lamaholot ??

Dalam konteks bahasa Lio, kita kenal dengan banyak sekali frase, baik yang DM dan MD. Dan ini sesungguhnya hanya untuk menjelaskan dengan keterangan dan sifat kebendaan dari pada seusatu  yang dijelaskannya. Contohnya :
ria dengga,
loo dhiku, 
mbonde kendu,
gaga rata,
bewa lenda, 
boko dhiku, 
noe nojo, 
bara beu, 
mbonde mbewa, 
sombo ndonde, 
maku lau, 
kuba nabe, 
mbonde mbofo, 
ribhi ringa, 
bara ngura, 
kea kapa, 
mite kie, 
wora wota, 
beka bere,

Kesemuanya tinggal disambungkan dengan obyek tertentu. Dan ternyata dalam pemahamannya akan ada nilai superlatif dari pada sifat-sifat yang dijelaskan pada obyek itu.

Sementara Prokem Eufemisme dari bahasa Lio  sering dugunakan dalam kehiduan sehari-hari, dan sering dikenal dengan sebutan S E N A. Sena memang sudah jarang ditemukan lagi, tetapi dalam ritus -ritus kebudayaan Lio, sering sekali dan masih kita jumpai dalamnya. Mungkin secara asal muasalnya sengaja dtujukan untuk menyebut secara halus sesuatu yang bersifat Supranatural dan suprahuman. Bahasa Lio dengan demikian sangat erat kaitannya secara religius, dalam kebudayaan lokal.
(Bersambung)
***#bylustybudiman#

                                      #A dreaming road to my beloved village ; Wolomuku #
                                                 #WOLOMUKU I LOVE U FULL #